Archive | August, 2011

PUASA KITA UNTUK ALLAH

4 Aug
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ (لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ.
رواه مسلم


Maksudnya: Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Aku ada mendengar Rasulullah SAW bersabda: ALLAH berfirman maksudnya: “ Segala amal bakti anak Adam adalah untuknya, kecuali amalan puasa, (maka) ia adalah untukKu dan Akulah yang membalasnya (dengan balasan yang sebaik-baiknya) ..” (Riwayat Muslim)

HURAIAN HADIS :

1) Sesungguhnya pahala orang yang berpuasa hanya di dalam pengetahuan ALLAH. Hanya ALLAH sahaja yang akan memberi balasan dan penilaian. Bahkan para malaikat juga tidak dapat mengukur pahala puasa yang disediakan oleh ALLAH SWT.

2) Betapa besarnya keutamaan puasa ini sehingga ALLAH memberi jaminan bahawa hanya Dia yang akan memberi ganjaran.

3) Justeru itu, seharusnya kita dapat melakukan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya untuk dipersembahkan kepada Dia yang Maha Pemberi balasan.

WALLAHU’ALAM

WISDOM BEHIND FASTING

3 Aug
Meaning: Abu Huraira reported: The Prophet (peace be upon him) said: Whoever prayed at night the whole month of Ramadhan out of sincere faith and hoping for a reward from ALLAH, then all his previous sins will be forgiven. (Narrated by Bukhari)

SUMMARY OF CHAPTER :

Among the reasons behind fasting are:

        1. Fasting makes us appreciate all pleasures we enjoy. For fasting means giving up eating, drinking and intercourse, which are among the greatest pleasures. By giving them up for a short time, we begin to appreciate their value. Because the blessings of ALLAH are sometimes ignored, and only when you abstain from them, you begin to recognize them, so this motivates you to be grateful for them.

        2. Fasting makes us give up haram things, because if a person can give up halal things in order to please Allah and for fear of His painful torment, it will be easier to then refrain from doing haram things. So fasting is one of the means of avoiding the things that ALLAH has forbidden.

        3. Fasting enables us to control our desires, because when a person is full his desires grow, but if he is hungry then his desire becomes weak. Hence the Prophet (peace be upon him) said: O young men! Whoever among you can afford to get married, let him do so, for it is more effective in lowering the gaze and protecting one’s chastity. Whoever cannot do that, let him fast, for it will be a shield for him.

        4. Fasting makes us feel compassion and empathy towards the poor, because when the fasting person tastes the pain of hunger for a while, he remembers those who are in this situation all the time, so he will hasten to do acts of kindness to them and show compassion towards them. So fasting is one of the means of feeling empathy towards the poor.

        5. Fasting humiliates and weakens the Shaytan; it weakens the effects of his whispers (waswaas) on a person and reduces his sins. That is because the Shaytan “flows through the son of Adam like blood as the Prophet (Peace be upon him) said, but fasting narrows the passages through which the Shaytan flows, so his influence grows less.

        6. Fasting trains the person to remember that Allah is always watching, so he gives up the things that he desires even though he is able to take them, because he knows that ALLAH can see him.

        7. Fasting makes the Muslim get used to doing a great deal of acts of worship, because a fasting person usually does more acts of worship than the one who does not fast.

        8. These are some of the reasons why fasting is enjoined. We ask ALLAH to help us to achieve them and to worship Him properly.

WALLAHU’ALAM

NIAT PUASA

2 Aug
عَنْ حَفْصَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ.
  
رواه الترمذي وغيره 

Maksudnya : Dari Hafsah, Ummul Mukminin r.a., katanya: Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa yang tidak berniat pada malam hari sebelum terbit fajar (untuk berpuasa pada hari esoknya) maka ia tidak dikira berpuasa” (Riwayat Tirmizi dan lain lainnya)

HURAIAN HADIS :

        1. Niat merupakan perkara penting dalam melakukan ibadah. Pahala yang kita perolehi adalah berdasarkan apa yang kita niatkan. Jika baik niat kita, baiklah yang kita akan dapat. Begitulah sebaliknya. Puasa wajib memerlukan niat dan hendaklah kita berniat di malam hari, sebelum terbit fajar.

        2. Niat di dalam melakukan ibadah adalah perkara yang harus dititikberatkan, kerana ianya adalah pembeza segala perbuatan hamba samada ianya menjadi sah, batal, wajib, sunat dan sebagainya.

        3. Jangan menjadikan segala amalan kita sia-sia, pastikan segala yang dilakukan benar mengikut hukum hakam yang sahih untuk diamalkan agar amalan kita diterima oleh ALLAH.

WALLAHUA’LAM.

MARHABAN YA RAMADHAN

1 Aug

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ… يُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ.

(الترمذي والنسائي )

Maksudnya: Dari Abu Hurairah, r.a. dari Nabi SAW sabdanya: “Apabila bermula malam yang pertama dari bulan Ramadhan menyerulah Malaikat, katanya: “Wahai orang yang mencari dan berkehendakkan kebaikan: Tampillah mengerjakannya, dan wahai orang yang merasa mahukan kejahatan; berhentilah dari meneruskannya; dan (ketahuilah) Allahbanyakmembebaskan orang-orang yang dijanjikan dengan neraka daripada memasukinya”. Seruan dan keampunan yang demikian, ada pada tiap-tiap malam (dalam bulan yang tersebut).” (Tirmizi dan an-Nasa’i)

HURAIAN HADIS :

1) Apabila tiba bulan Ramadhan, Malaikat akan menyeru manusia yang menggunakan peluang yang baik itu dengan mengerjakan amal-amal kebajikan lebih dari biasa, dan sebaliknya mana-mana yang hendak melakukan kejahatan janganlah mereka melakukannya, sesungguhnya sangat rugi bagi mereka yang mensia-siakan Ramadhan yang datang hanya sekali dalam setahun.

2) Bulan Ramadhan ialah bulan yang mulia dan diberkati ALLAH, tiap-tiap amal kebajikan yang dikerjakan pada bulan ini akan digandakan pahalanya.

3) Malaikat juga menerangkan tentang sifat pengampun ALLAH SWT yang membebaskan orang-orang yang berbuat berdosa. Semoga peluang yang baik dalam bulan yang mulia ini digunakan dengan sepenuhnya.
WALLAHUA’LAM.